Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Mempercepat Koneksi SMART Dengan Open DNS



Jika anda memiliki modem smart atau menggunakan kartu smart, dan ingin mendapatkan koneksi internet cepat, kita bisa menggunakan DNS Server alternatif, 

Berikut DNS yang bisa digunakan pada modem smart :
(1). Google Public DNS
a). Untuk Preferred DNS server isikan dengan DNS servers: 8.8.8.8 ( tulis dengan 008.008.008.008 )
b). Untuk Alternate DNS server isikan dengan DNS servers: 8.8.4.4 ( tulis dengan 008.008.004.004 ).

(2). OpenDNS
a). Untuk Preferred DNS server isikan dengan DNS servers: 208.67.222.222 ( tulis dengan  208.067.222.222 )
b). Untuk Alternate DNS server isikan dengan DNS servers: 208.67.220.220 ( tulis dengan 208.067.220.220 )

(3). Level 3
a). Untuk Preferred DNS server isikan dengan DNS servers: 4.2.2.1 ( tulis dengan 004.002.002.001 )
b). Untuk Alternate DNS server isikan dengan DNS servers: 4.2.2.2 ( tulis dengan 004.002.002.002 )

Buka tab setting pada user interface modem anda, dan masukkan salah satu settingan DNS di atas, mudah2an bisa membantu anda mendapatkan layanan internet cepat

Senin, 06 Agustus 2012

Priyo: Masyarakat Ingin KPK Selesaikan Kasus Simulator SIM


Jakarta Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso meyakini suasana kebatinan masyarakat mengarah agar kasus simulator SIM Korlantas Polri segera dituntaskan KPK. Sementara pimpinan KPK dan Kapolri bisa bertemu untuk berkoordinasi.

"Saya dan hampir semua kita tetap menganjurkan agar KPK dan Polri bisa berjalan bersama dan bersinergi. Jika kedua lembaga bertumbukan maka merugikan bangsa. Suasana kebatinan publik, orang lebih cenderung agar KPK menyelidikinya. Tapi kedepannya saya yakin KPK akan selalu berkoordinasi dengan Polri," papar Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Priyo merespon rencana pimpinan KPK dan Kapolri bertemu. Pertemuan tersebut diharapkan segera digelar agar permasalahan kewenangan pengusutan kasus korupsi di Korlantas Polri ini menjadi jelas.

"Saya senang pimpinan KPK dan Kapolri bertemu. Cukup dua pucuk pimpinan dua lembaga penegak hukum ini bertemu dan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Saya mahfum Polri berkeinginan juga melakukan bersih-bersih diri sesuatu yang disangkakan pada dirinya sendiri. Tapi di lain pihak ini sudah menjadi wacana yang luas di publik yang pemberitaannya sudah di warung-warung kopi dan semua lapisan masyarakat sehingga tidak bagus perbedaan ini diterus-teruskan," kata Priyo.

Menurut Priyo, Presiden SBY perlu turun tangan kalau nantinya pertemuan pimpinan KPK dan Kapolri tidak membuahkan hasil. Tentu upaya Presiden ini, menurut Priyo, tidak diartikan sebagai upaya intervensi.

"Apakah Bapak Presiden perlu turun tangan, saya berpendapat kalau pertemuan KPK dan Kapolri sudah selesai menemukan jalan keluar mungkin Bapak Presiden tidak perlu cawe-cawe. Tapi kalau masih menyisakan masalah saya menyarankan bapak Presiden memberikan pandangan dan arahannya kepada Kapolri dan KPK dan itu saya kira kita semua tidak pernah berarti Presiden intervensi. Namun hanya mensinergikan hal yang perlu," tandasnya.

(van/trq) 

PNS Admin Grup Ateis di FB Ditahan Polisi Sumbar

Jakarta Gara-gara berdebat soal agama di Facebook, Alexander Aan (30) yang mengaku tidak percaya Tuhan, berurusan dengan polisi. Bahkan dia sempat diamuk massa. 

Alexander adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Aktivitasnya di FB dianggap meresahkan warga. 

"Dia awalnya buka akun Facebook perorangan atas nama Alexan. Lalu membuat grup Ateis Minang. Di grup itu dia adminnya," ujar Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz pada detikcom, Jumat (20/1/2012). Grup itu menulis identitas sebagai Urang Minang nan indak picayo ka tuhan, malaikat, setan, jin, antu balau, sarugo jo narako, sarato mitos-mitos apapun juga.

"Dia buka dialog di grup itu," kata Chairul. 

Dalam dialog itu, Alexander mengaku ia seorang ateis yang tidak percaya Tuhan. Ia lantas menulis tentang agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia menafsirkan sendiri mengenai agama Islam. Dan akhirnya ia menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW.

"Menurut dia, nabi itu tidak memberikan teladan baik karena mengawini istri dari anak angkatnya. Argumen itu diupload. Sehingga timbul konflik di situ," ujarnya.

Beberapa orang di grup dan teman-teman di akunnya mencaci dan menghujat komentar Alexander itu. Kejadian ini berlangsung sejak dua bulan lalu. Alexander dinilai memicu keresahan. 

Tidak seorang pun yang tahu siapa Alexander. Hingga akhirnya, ada yang mencoba-coba mencari tahu.

"Seorang di grup itu menelusuri dia (Alexander). Ternyata dia pegawai Bapedda. Pas Rabu (18/1) siang, dia online. Masih berantem-berantem gitu di Facebook. Terus ada yang ngecek dia ke kantornya. Benar dia lagi online," jelas Chairul.

Melihat tindakan Alexander itu, suasana jadi ramai. Alexander sempat diamuk massa. Tak berapa lama, polisi datang dan mengamankan Alexander untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk lagi. "Pas kita datang lagi ramai. Dia lalu diamankan di Polsek Pulau Junjung. Dia mengaku ateis di tengah-tengah warga," imbuhnya.

Polisi lalu memanggil Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemda, dan LSM untuk membicarakan tindakan Alexander. LSM dan MUI lantas melaporkan Alexander dengan tudingan penodaan agama tertentu. 

"Kita pelajari permasalahannya. Atas laporan itu lantas kita jerat dengan pasal 156 tentang penodaan agama tertentu," ungkapnya.


(gus/nrl) 

Sabtu, 04 Agustus 2012

Dewi: Penambahan Kuota BBM Siratkan Ketidakcermatan Penghitungan


Dewi: Penambahan Kuota BBM Siratkan Ketidakcermatan Penghitungan


Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII (Bidang Energi) DPR RI Dewi Aryani mengatakan penambahan kuota bahan bakar minyak subsidi di tengah pelaksanaan program dan kegiatan tahunan pemerintahan menyiratkan ketidakcermatan dalam penghitungan. 
"Pemerintah kurang matang dalam memprediksi over kuota bahan bakar minyak subsidi sehingga mengajukan tambahan kuota BBM sebanyak 3.000.000--4.000.000 kiloliter ke DPR pascapemberlakuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perubahan atas UU APBN 2012," katanya menjawab pertanyaan ANTARA dari Semarang, Minggu pagi. 
Dewi Aryani mengemukakan hal itu ketika menanggapi rencana pemerintah mengajukan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu dekat. Penambahan jatah itu, sebagaimana pernyataan Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Jumat (3/8), bahwa konsumsi BBM subsidi sampai akhir 2012 bakal melebihi target APBN sebesar 40.000.000 kiloliter. 
Permintaan pemerintah soal penambahan kuota BBM subsidi bagi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu bukanlah hal baru karena dari awal penghitungan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) 2011 sudah ada pembahasan soal volume BBM bersubsidi. 
"Fraksi kami ketika itu mengusulkan volume 42.000.000 kiloliter. Akan tetapi, (fraksi) yang lain termasuk Pemerintah justru menetapkan 40.000.000 kiloliter. Artinya prediksi over kuota volume BBM memang tidak diperhitungkan masak oleh Pemerintah," paparnya. 
AnggoIa DPR RI asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Tegal, dan Kota Tegal) ini berharap hal itu menjadi cambuk pemerintah dan DPR untuk lebih cermat dan serius menghitung volume hak rakyat. 
"Tidak bisa selalu seperti ini kejadiannya. Di tengah-tengah pelaksanaan program dan kegiatan tahunan pemerintahan selalu dihambat soal usulan-usulan tambahan anggaran yang harusnya tidak terjadi," kata Dewi menandaskan. 
Dewi menegaskan bahwa over kuota itu tidak ada hubungannya dengan kebijakan yang melarang kendaraan dinas pemerintah pusat dan daerah, BUMN, dan BUMD di wilayah Jabodetabek memakai premium bersubsidi per 1 Juni 2012, kemudian menyusul kebijakan serupa di wilayah Jawa dan Bali per 1 Agustus. 
"Larangan itu kan hanya bagian dari strategi teknis tahun ini, sementara cara menghitung volume kebutuhan sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Jadi, tidak berkaitan langsung," katanya ketika menanggapi pernyataan Kementerian ESDM yang memperkirakan konsumsi BBM subsidi hingga akhir 2012 mencapai 45.000.000--46.000.000 kiloliter jika tanpa kebijakan pelarangan itu. 
Dewi justru mempertanyakan tambahan anggaran BBM untuk kendaraan dinas itu karena nilainya bakal sangat signifikan. 
Ia lantas mengatakan,"Coba saja hitung kendaraan dinas pemerintah pusat, pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, kota), BUMN, BUMD, lembaga-lembaga tinggi negara, dan lain-lain ... puluhan ribu kendaraan bahkan lebih. Siapa yang menanggung?"

Menyinggung pelarangan kendaraan tambang dan perkebunan memakai solar bersubsidi mulai 1 September 2012, Dewi menyatakan sepakat karena hal itu berkaitan dengan komersial. 
"Hanya perlu dipikirkan stok untuk wilayah-wilayah perbatasan dan pertambangan. Jangan hanya dilarang, tetapi tidak diberikan solusi suplainya," demikian anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani. (tp)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites